Minggu, 11 Oktober 2009

Buku Pintar Penyakit Jantung

BUKU PINTAR

PENYAKIT JANTUNG


Tim Penyusun :

Elis Nurhayati

Nurul Diasmarani

Anne Puspitasari



DEPARTEMEN GIZI MASYARAKAT

FAKULTAS EKOLOGI MANUSIA

INSTITUT PERTANIAN BOGOR

2009

Kata Pengantar

Puji syukur ke hadirat Allah SWT sehingga penyusun dapat menyelesaikan buku pintar penyakit jantung. Pada buku pintar ini, penyusun memaparkan mengenai 1) jantung, 2) penyakit jantung bawaan, 3) penyakit jantung didapat, 4) penyakit jantung koroner ) CHF (Congestive Heart Failure) atau Gagal Jantung Kongestif, dan 5) konsultasi mengenai penyakit jantung.

Penyusun merasa, buku pintar ini tidak akan terseles

aikan tanpa dukungan teman-teman yang telah memberikan bantuan dan semangat sehingga buku pintar ini dapat terselesaikan sesuai dengan yang diharapkan. Akhir kata, semoga buku pintar ini bermanfaat bagi pembaca.

Bogor, Oktober 2009

Penyusun

Daftar Isi

Kata Pengantar.............................................................................. i

Daftar isi....................................................................................... ii

PENDAHULUAN.......................................................................... 1

JANTUNG................................................................................... 2

PENYAKIT JANTUNG................................................................. 5

Penyakit Jantung Bawaan........................................

............... 7

Penyakit Jantung Didapat....................................................... 8

Penyakit Jantung Koroner....................................................... 9

CHF....................................................................................... 10

Diet Jantung Sehat ................................................................. 12

KONSULTASI............................................................................. 15

PENDAHULUAN

Jantung adalah organ yang sangat penting bagi manusia, karena perannya yang sangat sentral dalam memompa darah ke seluruh tubuh sehingga tubuh dapat memperoleh oksigen dan sari makanan yang diperlukan untuk metabolisme tubuh.

Jantung adalah kehidupan.

Ketika jantung anda dapat bekerja dengan benar ia adal

ah sebuah mesin yang luar biasa. Bayangkan bagaimana kekuatannya mengepal dan mengendur selama 70 kali dalam semenit sepanjang usia dan memompa kurang lebih sebanyak lima liter darah (dalam keadaan istirahat) melalui pembuluh-pembuluh darah ke seluruh tubuh.

Kesehatan jantung anda selain dipengaruhi oleh kondisi bawaannya sejak lahir juga sangat dipengaruhi oleh gaya hidup yang anda jalani selama hidup. Kesalahan dalam pola konsumsi pangan dan pemilihan gaya hidup yang seperti kebiasaan berolahraga, merokok, ataupun mengkonsumsi alkohol justru menjadi penyebab utama munculnya sebagian besar kasus penyakit jantung yang terjadi di masyarakat. Dan pada akhirnya berdampak buruk pada kematian berbagai organ dikarenakan gagalnya jantung mensu

plai darah untuk metabolisme normal.

Oleh karena itu melalui buku kecil ini kami berusaha membantu anda mengenal bagaimana jantung anda, penyakit yang mungkin menyerangnya serta gaya hidup yang tepat untuk menjaganya tetap sehat. Dirangkum dari berbagai sumber terpercaya, di bidang gizi dan kesehatan dengan bahasa yang disesuaikan untuk mudah dicerna oleh masyarakat umum. Selamat membaca. Semoga bermanfaat.

Penyusun,

Oktober 2009


JANTUNG



Jantung merupakan organ yang sangat penting bagi manusia, karena jantung diperlukan untuk memompa darah ke seluruh tubuh sehingga tubuh mendapatkan oksigen dan sari makanan yang diperlukan untuk metabolisme tubuh. Oleh karena itu, jantung perlu dijaga agar dapat menjalankan fungsinya dengan baik.

Gambar 1 Posisi jantung dalan tubuh manusia

Anatomi Jantung

Jantung manusia terletak di sebelah kiri bagian dada, diantara paru-paru tepatnya pada bagian tengah rongga toraks, terlindungi oleh tulang rusuk dan berukuran kurang lebih sebesar kepalan tangan pemiliknya. Jantung manusia memiliki bentuk cenderung berkerucut tumpul. Pada bagian dalam sebuah jantung terdapat 4 buah ruang berongga sedangkan bagian luarnya terdiri atas otot-otot yang saling berkontraksi. Otot-otot inilah yang berperan penting dalam memompa darah melalui pembuluh arteri.

Keempat rongga tersebut terbagi menjadi 2 bagian, yaitu bagian kanan dan kiri yang dipisahkan oleh dinding otot yang dikenal dengan istilah septum. Pada bagian kanan dan kiri terbagi lagi menjadi 2 bilik. Rongga bilik sebelah atas disebut dengan atria atau serambi dan dua bilik bawah yang disebut dengan ventricle atau bilik yang memiliki peran dalam memompa darah menuju arteri. Antara atrium kanan dan atrium kiri yang oleh septum intratrial sedangkan antara ventrikel kanan dan ventrikel kiri dipisahkan oleh septum interventrikular.

Gambar 2 Anatomi jantung manusia

Cara Kerja Jantung

Sistem sirkulasi atau sistem peredaran darah di dalam tubuh manusia terdiri atas 3 komponen utama, yaitu :

1. Jantung yang berfungsi sebagai pompa yang melakukan tekanan terhadap darah agar timbul gradien dan darah dapat mengalir ke seluruh tubuh

2. Pembuluh darah yang berfungsi sebagai saluran untuk mendistribusikan darah dari jantung ke semua bagian tubuh dan mengembalikannya kembali ke jantung. Pembuluh darah yang mengembalikan darah dari jaringan ke atrium disebut dengan vena, sedangkan pembuluh darah yang mengangkut darah menjauhi atrium dan menuju ke jaringan disebut dengan arteri.

3. Darah yang berfungsi sebagai medium transportasi dimana darah akan membawa oksigen dan nutrisi ke seluruh tubuh.

Darah berjalan melalui sistim sirkulasi ke dan dari jantung melalui 2 lengkung vaskuler (pembuluh darah) yang terpisah, yaitu sirkulasi paru yang terdiri atas pembuluh darah yang mengangkut darah antara jantung dan paru dan sirkulasi sistemik terdiri atas pembuluh darah yang mengangkut darah antara jantung dan sistim organ. Meskipun secara anatomis jantung adalah satu organ, sisi kanan dan kiri jantung berfungsi sebagai dua pompa yang terpisah. Pemisahan kedua belahan jantung oleh otot septum bertujuan untuk mencegah percampuran darah dari kedua sisi jantung. Pemisahan ini sangat penting karena separuh jantung janan menerima dan memompa darah beroksigen rendah sedangkan sisi jantung sebelah kiri memompa darah beroksigen tinggi.

Perjalanan Darah dalam Sistem Sirkulasi

Jantung berfungsi sebagai pompa ganda.

a. Sirkulasi paru

Darah yang kembali dari sirkulasi sistemik (dari seluruh tubuh) masuk ke atrium kanan melalui vena besar yang dikenal sebagai vena kava. Darah tersebut telah diambil O2-nya dan ditambahi dengan CO2. Darah yang miskin akan oksigen tersebut mengalir dari atrium kanan melalui katup ke ventrikel kanan, yang memompanya keluar melalui arteri pulmonalis ke paru. Dengan demikian, sisi kanan jantung memompa darah yang miskin oksigen ke sirkulasi paru. Di dalam paru, darah akan kehilangan CO2-nya dan menyerap O2 segar sebelum dikembalikan ke atrium kiri melalui vena pulmonalis. Darah kaya oksigen yang kembali ke atrium kiri ini kemudian mengalir ke dalam ventrikel kiri, bilik pompa yang memompa atau mendorong darah ke semua sistim tubuh kecuali paru.



Text Box: darah miskin O2 – kaya CO2 masuk ke atrium kanan melalui vena kava à ventrikel kanan à arteri pulmonalis à paru-paru à darah kehilangan CO2 dan menyerap O2 à vena pulmonalis à atrium kiri




b. Sirkulasi sistemik

Darah kaya oksigen kemudian mengalir ke dalam ventrikel kiri, bilik pompa yang memompa atau mendorong darah ke semua sistim tubuh kecuali paru melalui arteri besar yang membawa darah menjauhi ventrikel kiri yag disebut aorta. Aorta bercabang menjadi arteri besar dan mendarahi berbagai jaringan tubuh.

Darah arteri yang sama tidak mengalir dari jaringan ke jaringan. Jaringan akan mengambil O2 dari darah dan menggunakannya untuk menghasilkan energi. Dalam prosesnya, sel-sel jaringan akan membentuk CO2 sebagai produk buangan atau produk sisa yang ditambahkan ke dalam darah. Kemudian darah ya

ng menjadi kekurangan O2 dan mengandung CO2 berlebih akan kembali ke sisi kanan jantung dan memasuki siklus paru. Selesailah satu siklus dan terus menerus berulang siklus yang sama setiap saat.

Gambar 3 Sirkulasi darah dalam tubuh

Kedua sisi jantung akan memompa darah dalam jumlah yang sama. Volume darah yang beroksigen rendah yang dipompa ke paru oleh sisi jantung kanan memiliki volume yang sama dengan darah beroksigen tinggi yang dipompa ke jaringan oleh sisi kiri jantung. Sirkulasi paru adalah sistim yang memiliki tekanan dan resistensi rendah, sedangkan sirkulasi sistemik adalah sistim yang memiliki tekanan dan resistensi yang tinggi. Oleh karena itu, walaupun sisi kiri dan kanan jantung memompa darah dalam jumlah yang sama, sisi kiri melakukan kerja yang lebih besar karena ia memompa volume darah yang sama ke dalam sistim dengan resistensi tinggi. Dengan demikian otot jantung di sisi kiri jauh lebih tebal daripada otot di sisi kanan sehingga sisi kiri adalah pompa yang lebih kuat.

Darah mengalir melalui jantung dalam satu arah tetap yaitu dari vena ke atrium ke ventrikel ke arteri. Adanya empat katup jantung satu arah memastikan darah mengalir satu arah. Katup jantung terletak sedemikian rupa sehingga mereke membuka dan menutup secara pasif karena perbedaan gradien tekanan. Gradien tekanan ke arah depan mendorong katup terbuka sedangkan gradien tekanan ke arah belakang mendorong katup menutup.

Dua katup jantung yaitu katup atrioventrikel (AV) terletak di antara atrium dan ventrikel kanan dan kiri. Katup AV kanan disebut dengan katup trikuspid karena memiliki tiga daun katup sedangkan katup AV kiri sering disebut dengan katup bikuspid atau katup mitral karena terdiri atas dua daun katup. Katup-katup ini mengijinkan darah mengalir dari atrium ke ventrikel selama pengisian ventrikel (ketika tekanan atrium lebih rendah dari tekanan ventrikel), namun secara alami mencegah aliran darah kembali dari ventrikel ke atrium ketika pengosongan ventrikel atau ventrikel sedang memompa.

Dua katup jantung lainnya yaitu katup aorta dan katup pulmonalis terletak pada sambungan dimana tempat arteri besar keluar dari ventrikel. Keduanya disebut dengan katup semilunaris karena terdiri dari tiga daun katup yang masing-masing mirip dengan kantung mirip bulan-separuh. Katup ini akan terbuka setiap kali tekanan di ventrikel kanan dan kiri melebihi tekanan di aorta dan arteri pulmonalis selama ventrikel berkontraksi dan mengosongkan isinya. Katup ini akan tertutup apabila ventrikel melemas dan tekanan ventrikel turun di bawah tekanan aorta dan arteri pulmonalis. Katup yang tertutup mencegah aliran balik dari arteri ke ventrikel.

Walaupun tidak terdapat katup antara atrium dan vena namun hal ini tidak menjadi masalah. Hal ini disebabkan oleh dua hal, yaitu karena tekanan atrium biasanya tidak jauh lebih besar dari tekanan vena serta tempat vena kava memasuki atrium biasanya tertekan selama atrium berkontraksi.

Jantung secara berselang-seling berkontraksi untuk mengosongkan isi jantung dan berelaksasi untuk mengisi darah. Siklus jantung terdiri atas periode sistol (kontraksi dan pengosongan isi) dan diastol (relaksasi dan pengisian jantung). Atrium dan ventrikel mengalami siklus sistol dan diastol terpisah. Kontraksi terjadi akibat penyebaran eksitasi (mekanisme listrik jantung) ke seluruh jantung. Sedangkan relaksasi timbul setelah repolarisasi atau tahapan relaksasi otot jantung. Kontraksi sel otot jantung untuk memompa darah dicetuskan oleh potensial aksi yang menyebar melalui membran-membran sel otot. Jantung berkontraksi atau berdenyut secara berirama akibat potensial aksi yang ditimbulkannya sendiri. Hal ini disebabkan karena jantung memiliki mekanisme aliran listrik yang dicetuskannya sendiri guna berkontraksi atau memompa dan berelaksasi.

PENYAKIT JANTUNG

Penyakit jantung adalah penyakit yang mengganggu sistem pembuluh darah, dalam hal ini adalah jantung dan pembuluh darah. Penyakit jantung terjadi akibat proses berkelanjutan, dimana jantung secara berangsur kehilangan kemampuannya untuk melakukan fungsi secara normal. Pada awal penyakit, jantung mampu mengkompensasi ketidakefisienan fungsinya dan mempertahankan sirkulasi darah mormal melalui pembesaran dan peningkatan denyut nadi (Compensated Heart Disease). Pada keadaan tidak terkompensasi (Decompensatio Cordis), sirkulasi darah yang tidak normal menyebabkan sesak napas (dyspenia), rasa lelah, dan rasa sakit di daerah jantung.

Secara garis besar penyakit jantung terdiri atas 2 macam, yaitu penyakit jantung bawaan dan penyakit jantung didapat.

Penyakit Jantung Bawaan

Pengertian

Penyakit jantung bawaan atau congenital heart disease adalah suatu kelainan formasi dari jantung atau pembuluh besar dekat jantung. "congenital" hanya berbicara tentang waktu tapi bukan penyebabnya. Itu artinya "lahir dengan" atau "hadir pada kelahiran". Nama lain dari penyakit jantung bawaan adalah: congenital heart defect, congenital heart malfomation, congenital cardiovascular disease, congenital cardiovascular defect, dan congenital cardiovascular malformation. Penyakit jantung kongenital atau penyakit jantung bawaan adalah gangguan atau kelainan organ jantung saat lahir dan merupakan salah satu penyebab kematian terbesar akibat dari kelainan saat lahir pada tahun pertama kehidupan. Kondisi ini terjadi pada 8 dari 1000 kelahiran hidup dan diperkirakan sekitar 1 juta orang di Amerika Serikat memiliki kelainan jantung bawaan.

Beberapa kelainan butuh penanganan segera karena besarnya gangguan, namun di lain pihak beberapa kelainan sangat minimal dan tidak menimbulkan keluhan fisik. Meskipun kelainan jantung bawaan sudah didapatkan sejak lahir, namun gejala klinis ataupun keluhan dapat timbul dalam waktu beberapa minggu, beberapa bulan, bahkan terkadang baru terdeteksi saat dewasa. Penelitian membuktikan bahwa mutasi genetik, factor lingkungan, infeksi saat kehamilan, dan keracunan dapat menyebabkan atau berperan di dalam gangguan pembentukan jantung. Meskipun begitu, terdapat beberapa kelainan bawaan yang tidak diketahui penyebabnya.

Kelainan jantung bawaan terbagi atas :

1. Kelainan sianotik. Kelainan sianotik memiliki pengertian bahwa bayi mempunyai gejala klinis biru pada kulit dan membrane mukosa (bibir) yang disebabkan karena peningkatan konsentrasi hemoglobin deoksigenasi (hemoglobin yang tidak mengandung oksigen). Sianosis tersebut terjadi akibat dari aliran darah atau hemoglobin yang miskin akan oksigen mengalir dari bagian kanan jantung ke bagian kiri jantung (right to left shunt) dan mengalir ke seluruh tubuh (akibat dari defek atau kerusakan sekat jantung). Darah yang miskin akan oksigen tidak dapat memenuhi kebutuhan oksigen jaringan sehingga menimbulkan gejala klinis kulit dan membrane yang berwarna kebiruan

2. Kelainan asianotik yaitu kelainan bawaan pada janin yang tidak menimbulkan keluhan kebiruan. Kelainan asianotik meliputi kelainan yang berasal dari left to right shunt atau aliran darah jantung kiri mengalir ke jantung kanan. Gangguan asianotik diantaranya adalah gangguan intrakardiak (di dalam jantung), stenosis atau regurgitasi katup jantung (katup jantung sulit membuka atau tidak dapat menutup sempurna)

Gambar 4 Serangan jantung

Sumber : http//kumpulan.info

Etiologi Kerusakan Jantung Bawaan

Penyebab penyakit jantung congenital antara lain faktor lingkungan (seperti bahan-bahan kimia, obat-obatan dan infeksi-infeksi), penyakit-penyakit tertentu ibu, abnormalitas chromosome, penyakit-penyakit keturunan (genetic) dan faktor-faktor yang tidak diketahui (Idiopathic).

Faktor-faktor lingkungan menjadi penyebab utama. Contohnya, jika seorang ibu mendapat German measles (rubella) selama kehamilan, maka infeksinya dapat mempengaruhi perkembangan jantung dari bayi kandungannya (dan juga organ-organ lainnya). Jika ibunya mengkonsumsi alkohol selama kehamilan, maka fetusnya dapat menderita fetal alcohol syndrome (FAS) termasuk PJB.

Exposure terhadap obat-obatan tertentu selama kehamilan dapat juga menyebabkan PJB. Misalnya retinoic acid (nama merek Accutane) yang digunakan untuk jerawat (acne). Contoh-contoh lain adalah obat-obat anticonvulsant, terutama hydantoins (seperti Dilantin) dan valproate.

Penyakit-penyakit tertentu pada ibu dapat meningkatkan risiko mengembangkan PJB pada fetus. Bayi-bayi dari wanita dengan diabetes mellitus, terutama pada wanita-wanita yang gula darahnya kurang optimal terkontrol selama kehamilan, berisiko tinggi mendapat PJB. Dan wanita yang mempunyai penyakit keturunan phenylketonuria (PKU) dan tidak berada pada special dietnya selama kehamilan, bertendensi juga mempunyai bayi dengan PJB.

Kelainan chromosome dapat menyebabkan penyakit jantung congenital (chromosome mengandung materi genetic, DNA). Pada kira-kira 3% dari seluruh anak-anak dengan PJB dapat ditemukan kelainan chromosome.

Gejala dan tanda-tanda Penyakit Jantung Bawaan (PJB)

Gejala-gejala dan tanda-tanda dari PJB dihubungkan dengan tipe dan keparahan dari kerusakan jantung. Beberapa anak tidak mempunyai gejala atau tanda-tanda, dimana yang lainnya mengembangkan sesak napas, cyanosis (warna kulit yang biru disebabkan berkurangnya oksigen di dalam darah), nyeri dada, syncope, kurang gizi atau kurang pertumbuhannya.

Kerusakan atrial septal (sebuah lubang di dinding antara atria kanan dan kiri), misalnya, dapat menyebabkan sedikit atau sama sekali tidak ada gejala. Kerusakan dapat berlangsung tanpa terdeteksi untuk puluhan tahun.

Aortic Stenosis (halangan aliran darah pada klep aortic karena cusps dari klep yang abnormal) juga umumnya tidak menyebabkan gejala-gejala terutama ketika stenosis (penyempitan) ringan. Pada kasus berat aortic stenosis yang jarang, gejala-gejala dapat timbul selama masa bayi dan anak. Gejala-gejala dapat termasuk pingsan, pusing, nyeri dada, sesak napas dan letih luar biasa.

Ventricular septal defect (VSD) adalah contoh lain dimana gejala-gejala berhubungan dengan kerusakan yang berat. VSD adalah suatu lubang di dinding antara kedua ventricles. Ketika kerusakannya kecil, anak-anak tidak menderita gejala-gejala, dan satu-satunya tanda VSD adalah suara desiran jantung yang keras. Jika lubangnya besar, bayi dapat mengembangkan gagal jantung, kurang gizi dan pertumbuhan yang lambat. Pada kasus-kasus yang lebih maju dengan pengembangan pulmonary hypertension yang permanen (kenaikan tekanan darah yang parah pada arteri-arteri dari paru-paru), cyanosis dapat berkembang.

Tetralogy of Fallot (TOF) adalah suatu kerusakan jantung yang merupakan kombinasi dari VSD dan halangan aliran darah keluar dari ventricle kanan. Cyanosis umum pada bayi dan anak-anak dengan TOF. Cyanosis dapat timbul segera setelah kelahiran dengan episode mendadak dari cyanosis parah dengan pernapasan yang cepat bahkan mungkin menjadi pingsan. Selama latihan, anak-anak yang lebih dewasa dengan TOF bisa mendapat sesak napas atau pingsan.

Coarctation dari aorta adalah bagian yang menyempit dari arteri besar ini. Umumnya tidak ada gejala waktu kelahiran, namun mereka dapat berkembang dini seperti minggu pertama sesudah kelahiran. Seorang bayi dapat mengembangkan gagal jantung congestive atau hipertensi. Beberapa orang dengan coarctation bisa tidak pernah mendapat persoalan-persoalan signifikan.

Patofisiologi

Tangisan pertama merupakan proses masuknya oksigen yang pertama kali ke dalam paru. Peristiwa ini membuka alveoli, pengembangan paru serta penurunan tahanan ekstravaskular paru dan peningkatan tekanan oksigen sehingga terjadi vasodilatasi disertai penurunan tahanan dan penipisan dinding arteri pulmonalis. Hal ini mengakibatkan penurunan tekanan ventrikel kanan serta peningkatan saturasi oksigen sistemik.

Perubahan selanjutnya terjadi peningkatan aliran darah ke paru secara progresif, sehingga mengakibatkan peningkatan tekanan di atrium kiri sampai melebihi tekanan atrium kanan. Kondisi ini mengakibatkan penutupan foramen ovale juga peningkatan tekanan ventrikel kiri disertai peningkatan tekanan serta penebalan sistem arteri sistemik. Peningkatan tekanan oksigen sistemik dan perubahan sintesis serta metabolisme bahan vasoaktif prostaglandin mengakibatkan kontraksi awal dan penutupan fungsional dari duktus arteriosus yang mengakibatkan berlanjutnya penurunan tahanan arteri pulmonalis. Pada neonatus aterm normal, konstriksi awal dari duktus arteriosus terjadi pada 10-15 jam pertama kehidupan, 3lalu terjadi penutupan duktus arteriosus secara fungsional setelah 72 jam postnatal. Kemudian disusul proses trombosis, proliferasi intimal dan fibrosis setelah 3-4 minggu postnatal yang akhirnya terjadi penutupan secara anatomis. Pada neonatus prematur, mekanisme penutupan duktus arteriosus ini terjadi lebih lambat, bahkan bisa sampai usia 4-12 bulan.

Pemotongan tali pusat mengakibatkan peningkatan tahanan vaskuler sistemik, terhentinya aliran darah dan penurunan tekanan darah di vena cava inferior serta penutupan duktus venosus, sehingga tekanan di atrium kanan juga menurun sampai dibawah tekanan atrium kiri. Hal ini mengakibatkan penutupan foramen ovale, dengan demikian ventrikel kanan hanya mengalirkan darahnya ke arteri pulmonalis. Peristiwa ini disusul penebalan dinding ventrikel kiri oleh karena menerima beban tekanan lebih besar untuk menghadapi tekanan arteri sistemik. Sebaliknya ventrikel kanan mengalami penipisan akibat penurunan beban tekanan untuk menghadapi tekanan arteri pulmonalis yang mengalami penurunan ke angka normal.

Penutupan duktus venosus, duktus arteriosus dan foramen ovale diawali penutupan secara fungsional kemudian disusul adanya proses proliferasi endotel dan jaringan fibrous yang mengakibatkan penutupan secara anatomis (permanen). Tetap terbukanya duktus venosus pada waktu lahir mengakibatkan masking effect terhadap total anomalous pulmonary venous connection dibawah difragma. Tetap terbukanya foramen ovale pada waktu lahir mengakibatkan masking effect terhadap kelainan obstruksi jantung kanan. Tetap terbukanya duktus arteriosus pada waktu lahir mengakibatkan masking effect terhadap semua PJB dengan ductus dependent sistemic dan ductus dependent pulmonary circulation.

Tipe-tipe Penyakit Jantung Bawaan (PJB)

Detour defects di dalam jantung :

Kerusakan-kerusakan dapat menyebabkan darah mengalir di jalur (rute) tidak normal langsung melalui sisi kanan dan sisi kiri jantung. Ini terjadi ketika ada kerusakan di dinding (septum) yang biasanya memisahkan sisi kanan dan sisi kiri jantung. Ada sebuah lubang di jantung. Kedua tipe yang paling umum dari kerusakan septal adalah :

  • Atrial septal defect (ASD)
  • Ventricular septal defect (VSD)

Tipe-tipe yang lebih jarang dari PJB dengan perubahan jalur aliran darah termasuk:

  • Eisenmenger's complex
  • Atrioventricular (A-V) canal defect (juga disebut endocardial cushion defect)

Detour defects di luar jantung :

Patent ductus arteriosus (PDA ) adalah tipe khusus dari persoalan rute darah yang berlokasi di luar jantung. Ductus arteriosus adalah suatu pelangsiran sebelum kelahiran antara pulmonary artery dan aorta yang tetap terbuka setelah kelahiran, membiarkan darah yang seharusnya mengalir melalui aorta ke tubuh berbalik arah ke paru-paru.

Obstructive defects: Sejumlah tipe dari PJB merintangi aliran darah di jantung atau pembuluh besar did ekatnya. Mereka melakukannya dengan cara penyempitan yang memblokade sebagian atau keseluruhan aliran darah. Penyempitan (stenosis) dapat terjadi di klep-klep jantung, arteri-arteri atau vena-vena. Ketiga bentuk yang paling umum dari PJB dengan rintangan aliran darah adalah :

  • Pulmonary (valvular) stenosis
  • Aortic stenosis
  • Coarctation dari aorta

Bentuk-bentuk yang lebih jarang dari PJB dengan rintangan aliran darah :

  • Bicuspid aortic valve
  • Subaortic stenosis
  • Ebstein's anomaly

Cyanotic defects ("blue babies"): Beberapa tipe dari PJB menyebabkan cyanosis (kebiruan). Jumlah darah yang dipompa ke tubuh mempunyai jumlah oksigen yang lebih sedikit dari pada normal. Hasilnya adalah warna kulit yang kebiruan. Tipe-tipe dari bentuk cyanotic dari PJB termasuk :

  • Tetralogy of Fallot
  • Transposition of the great arteries
  • ricuspid atresia
  • Truncus arteriosus
  • Total anomalous pulmonary venous return
  • Pulmonary atresia

Hypoplastic heart defects: Bagian dari jantung dapat secara selektif tidak berkembang atau hypoplastic, seperti di:

  • Hypoplasia jantung kanan
  • Hypoplasia jantung kiri

Kerusakan jantung lain yang berhubungan dengan perkembangannya: Sejumlah kerusakan lain dalam perkembangan jantung dapat terjadi seperti:

  • Single ventricle (Hanya ada satu ventricle)
  • Double outlet right ventricle (Aorta dan pulmonary artery keduanya berasal dari ventricle kanan)

Penyakit jantung bawaan (PJB) yang paling sering ditemukan adalah ventricular septal defect.

Perawatan Penyakit Jantung Bawaan (PJB)

Perawatan PJB seluruhnya tergantung kepada tipe yang tepat dari PJB, derajat keparahan dari tipe PJB dari pasien dan faktor-faktor lainya (umur, ukurannya, kesehatan umumnya dll). Informasi perawatan untuk beberapa tipe PJB disediakan lebih mendetail pada tempat-tempat lain. Misalnya untuk informasi tentang perawatan ventricular septal defect, silahkan baca artikel ventricular septal defect.

Risiko untuk anak mendapat PJB

Orang tua yang mempunyai anak dengan penyakit jantung congenital memerlukan konsultasi menyangkut kemungkinan terjadinya jantung yang cacat pada anak berikutnya.

Angka-angka berikut adalah risiko yang didasarkan pada populasi dan bukan dibuat untuk dicocokan pada fakta dari suatu famili khusus:

  • Risiko penyakit jantung congenital pada populasi umum adalah mendekati angka 1%
  • Sesudah kelahiran anak denga PJB, risiko untuk anak berikutnya melompat menjadi 2-6%
  • Sesudah kelahiran anak kedua dengan PJB, risiko PJB untuk anak berikutnya membubung menjadi 20-30%

Diagnose genetik dan konsultasi dianjurkan untuk seluruh keluarga dengan PJB, tidak perduli apakah mereka merencanakan atau tidak untuk mempunyai anak lagi. Apa yang telah dipelajari bisa dapat bertalian dengan anggota keluarga lainnya.

Penyakit Jantung Didapat

Selain Penyakit Jantung Bawaan, terdapat jenis penyakit jantung lainnya, yakni jenis Penyakit Jantung Didapat (PJD). Contoh PJD seperti penyakit jantung rematik, penyakit jantung hipertensi,Selain Penyakit Jantung Bawaan, terdapat jenis penyakit jantung lainnya, yakni jenis Penyakit Jantung Didapat (PJD). Contoh PJD seperti penyakit jantung rematik, penyakit jantung hipertensi, penyakit jantung katup, malfungsi otot jantung, dan serta jantung koroner disamping terdapat juga penyakit jantung stress.

Sesuai dengan namanya, PJD merupakan kategori varian penyakit jantung yang disebabkan oleh faktor external. Berbeda dengan Penyakit Jantung Bawaan (PJB), khas PJD banyak dipengaruhi oleh tatalaksana pola hidup yang kurang baik dan sehat.

Merokok, malas berolahraga, mengonsumsi alkohol, pola makan yang tidak menyehatkan dan tidak seimbang, obesitas, hipertensi, stress, dan lain sebagainya.

Pengobatan jenis PJD terbaik adalah pencegahan PJD itu sendiri. Dibandingkan dengan sistem pengobatan yang kerap kali cukup menguras biaya, tindakan pencegahan terjadinya PJD merupakan hal yang paling efisien dan bijaksana. Namun ironisnya, masih belum banyak yang menyadari pentingnya hal tersebut, hingga baru pada saat ‘jatuh tempo’ PJD tiba menjangkiti.

Penyakit Jantung Koroner

Pengertian

Penyakit Jantung Koroner (PJK) merupakan pembunuh utama di dunia dengan 16,7 juta kematian setiap tahunnya. PJK adalah keadaan dimana terdapat plak yang menyumbat di dalam pembuluh darah arteri. Hal ini menyebabkan suplai darah ke jantung berkurang. Plak adalah gabungan lemak, kolesterol, kalsium, dan bahan lain di dalam darah. Walaupun laki-laki sering dikaitkan dengan PJK namun wanita menopause juga berisiko terserang penyakit tersebut. Di kalangan laki-laki, faktor risiko utams PJK adalah merokok. Selain itu faktor risiko lainnya adalah usia lanjut, kurang berolahraga, riwayat keluarga PJK, dan sakit kronik (kolesterol, obesitas, tekanan darah tinggi, diabetes melitus).

Etiologi dan Patofisiologi

Manifestasi PJK disebabkan karena ketidak seimbangan antara kebutuhan O2 sel otot jantung dengan masukannya. Masukan O2 untuk sel otot jantung tergantung dari O2 dalam darah dan pembuluh darah arteri koroner. Penyaluran O2 yang kurang dari arteri koroner akan menyebabkan kerusakan sel otot jantung. Hal ini terutama disebabkan karena proses pembentukan plak aterosklerosis (sumbatan di pembuluh darah koroner). Sebab lainnya dapat berupa spasme (kontraksi) pembuluh darah atau kelainan kongenital (bawaan).

Iskemia (kerusakan) yang berat dan mendadak akan menimbulkan kematian sel otot jantung, yaitu disebut dengan infark jantung akut yang ireversibel (tidak dapat sembuh kembali). Hasil dari kerusakan ini juga akan menyebabkan gangguan metabolik yang akan berefek gangguan fungsi jantung dengan manifestasi gejala diantaranya adalah nyeri dada.

Faktor Resiko PJK

Studi epidemiologi telah berhasil mengidentifikasi faktor-faktor resiko PJK, yaitu:

· Merokok, berapapun jumlahnya

· Kadar kolesterol total dan kolesterol LDL yang tinggi

· Hipertensi

· Kadar kolesterol HDL yang rendah

· Diabetes Mellitus

· Usia lanjut

Selain itu terdapat pula faktor-faktor lain yang berhubungan dengan meningkatnya resiko PJK. Faktor predisposisi adalah faktor yang memperbesar resiko PJK yang diakibatkan oleh faktor-faktor resiko di atas. Faktor-faktor ini adalah:

· Obesitas (IMT > 25 mg/m2)

· Obesitas abdominal (lingkar pinggang > 94 cm untuk pria, dan > 80 cm untuk wanita; waist hip ratio > 0,9 untuk pria, dan 0,8 untuk wanita)

· Kebiasan kurang bergerak/aktivitas fisik kurang

· Riwayat keluarga menderita PJK pada usia muda ( <>

· Etnik tertentu

· Faktor psikososial

Faktor resiko kondisional berhubungan dengan peningkatan resiko PJK walaupun efek penyebab secara independen masih belum terbukti secara meyakinkan. Faktor ini adalah:

· Kadar trigliserida serum yang tinggi

· Kadar homosistein serum yang tinggi

· Kadar lipoprotein a yang tinggi

· Faktor protrombotik

· Penanda inflamasi (peradangan)

Gejala PJK

Nyeri dada iskemik yang khas (seperti ditekan benda berat dan menjalar ke leher, lengan kanan dan punggung) dapat disebabkan oleh angina pektoris stabil (APS), angina pektoris tidak stabil (APTS) atau IMA (infark miokard akut). Keluhan nyeri dada yang memerlukan perhatian secara serius memiliki karakteristik sebagai berikut :

· Nyeri dada yang baru dirasakan (<>

· Perubahan kualitas nyeri dada, seperti meningkatnya frekuensi atau beratnya nyeri dada, atau nyeri dada yang dirasakan saat istirahat

· Nyeri dada yang tidak hilang dengan istirahat atau dengan pemberian nitrat sublingual

Gejala lain yang mungkin menyertai adalah sesak napas, perasaan melayang dan pingsan (sinkop). Bila dilakukan pemeriksaan fisik dapat ditemukan hipertensi, pembesaran jantung dan kelainan bunyi jantung dan bising jantung.

Pemeriksaan Tambahan

Hal yang pertama kali dilakukan adalah memasang EKG untuk melihat gambaran khas iskemia (jaringan kekurangan pasokan oksigen) ataupun infark (kematian jaringan). Pemeriksaan EKG tidak hanya dilakukan bila pasien mengeluh nyeri dada tetapi dapat digunakan untuk deteksi dini yang dapat dikerjakan waktu istirahat, waktu aktivitas sehari-hari (Holter), ataupun waktu stres (latihan/obat-obatan) yang ditambah dengan pemeriksaan radiologis, pemeriksaan laboratorium terutama untuk menemukan faktor risiko.

Pemeriksaan darah seperti CK-MB (Creatine kinase–MB) dan troponin T dilakukan untuk melihat adanya peningkatan kadar enzim jantung yang menandakan telah terjadi IMA.Pemeriksaan lain yang dapat dilakukan adalah ekokardiografi dan radio nuclid myocardial imaging (RNMI) waktu istirahat dan stres fisis ataupun obat-obatan, sampai dengan arteriografi koroner dan angiografi ventrikel kiri (AK & LVG).

Tata Laksana

Tatalaksana untuk penyakit jantung koroner bersifat umum dan khusus. Untuk tatalaksana umum yang terpenting adalah perubahan gaya hidup yang dapat mengendalikan faktor-faktor risiko yang dapat memperberat penyakit. Pemeriksaan jantung berkala sangat penting dilakukan untuk pasien yang berisiko maupun tidak.
Tatalaksana khusus diberikan untuk pasien yang sudah mengalami gejala PJK. Pemberian obat-obatan vasodilator dan trombolitik sangat penting dalam jangka waktu yang cepat setelah mengalami serangan.

CHF (Congestive Heart Failure) atau Gagal Jantung Kongestif

Pengertian

Gagal jantung adalah keadaan patofisiologik dimana jantung sebagai pompa tidak mampu memenuhi kebutuhan darah untuk metabolisme jaringan. Ciri-ciri yang penting dari defenisi ini adalah pertama defenisi gagal adalah relatif terhadap kebutuhan metabolik tubuh, kedua penekanan arti gagal ditujukan pada fungsi pompa jantung secara keseluruhan. Istilah gagal miokardium ditujukan spesifik pada fungsi miokardium; gagal miokardium umumnya mengakibatkan gagal jantung, tetapi mekanisme kompensatorik sirkulai dapat menunda atau bahkan mencegah perkembangan menjadi gagal jantung dalam fungsi pompanya.

Istilah gagal sirkulasi lebih bersifat umum dari pada gagal jantung. Gagal sirkulasi menunjukkan ketidakmampuan dari sistem kardiovaskuler untuk melakukan perfusi jaringan dengan memadai. Defenisi ini mencakup segala kelainan dari sirkulasi yang mengakibatkan perfusi jaringan yang tidak memadai, termasuk perubahan dalam volume darah, tonus vaskuler dan jantung. Gagal jantung kongestif adalah keadaan dimana terjadi bendungan sirkulasi akibat gagal jantung dan mekanisme kompenstoriknya. Gagal jantung kongestif perlu dibedakan dengan istilah yang lebih umum yaitu gagal sirkulasi, yang hanya berarti kelebihan bebab sirkulasi akibat bertambahnya volume darah pada gagal jantung atau sebab-sebab diluar jantung, seperti transfusi yang berlebihan atau anuria.

Pada tahun 2001 The American Heart Association (AHA) dan American College of Cardiology (ACC) mengembangkan tahapan-tahapan heart failure. Tahapan-tahapan yang diperbaharui pada tahun 2005 ini menjelaskan bahwa heart failure biasanya merupakan penyakit timbul secara progresif dan dapat memburuk seiring waktu. Berikut merupakan tabel yang menunjukkan tahapan heart failure berdasarkan AHA/ACC.

Tabel 1 The American College of Cardiology and American Heart Association Stages of Heart Failure

Stage

Description

A

(At risk)

Patients with medical conditions known to lead to Heart Failure (Diabetes, High Blood Pressure, Obesity, etc.)

B

(Heart Disease)

Patients with diagnosed heart disease (heart attack, valve disease, etc.), but no symptoms of Heart Failure.

C

(Symptoms)

Patients with heart disease and some limitation of their physical activity due to shortness of breath, fatigue, etc.

D

(Severe)

Significant symptoms despite maximal medical therapy. Typically confined to the hospital and requires additional intervention such as transplant or hospice care. End-stage heart failure.

Sumber: http://www.stereotaxis.com/Heart-Failure-Table/

Selain tahapan-tahapan heart failure yang dibuat oleh AHA/AC, terdapat klasifikasi heart failure yang dibuat oleh The New York Heart Association (NYHA) (1964). Berbeda dengan tahapan yang dibuat AHA/ACC, klasifikasi ini menjelaskan perkembangan penyakit heart failure berdasarkan ketidakmampuan pasien penderita heart failure untuk melakukan aktivitas fisik. Klasifikasi tersebut adalah:

Class I : aktivitas sehari – hari tidak menimbulkan keluhan

Class II : aktivitas sehari – hari menimbulkan dyspena, kelelahan

Class III : aktivitas ringan menimbulkan dyspena, kelelahan

Class IV : saat istirahat sudah nampak gejala gagal janung dan aktifitas fisik akan menambah beratnya keluhan

Etiologi (Faktor Penyebab) dan Faktor Resiko CHF

Gagal jantung kongestif atau congestive heart failure (CHF) adalah kondisi dimana fungsi jantung sebagai pompa untuk mengantarkan darah yang kaya oksigen ke tubuh tidak cukup untuk memenuhi keperluan-keperluan tubuh. Gagal jantung kongestif dapat disebabkan oleh:

1. penyakit-penyakit yang melemahkan otot-otot jantung, otot-otot dari ventrikel dapat diperlemah oleh serangan-serangan jantung atau infeksi-infeksi (myocarditis). Kemampuan memompa yang berkurang dari ventrikel yang disebabkan oleh pelemahan otot disebut disfungsi sistolik.

2. penyakit-penyakit yang menyebabkan kekakuan otot-otot jantung, penyakit-penyakit seperti hemochromatosis atau amyloidosis dapat menyebabkan pengkakuan dari otot jantung dan mengganggu kemampuan ventrikel - ventrikel untuk mengendur dan mengisi; ini dirujuk sebagai disfungsi diastolik. Penyebab paling umum dari ini adalah tekanan darah tinggi yang berkepanjangan yang berakibat pada penebalan jantung (hypertrophied).

3. penyakit-penyakit yang meningkatkan permintaan oksigen oleh jaringan tubuh diluar kemampuan jantung untuk memberikannya, permintaan oksigen yang tinggi oleh jaringan-jaringan tubuh (contohnya, dengan hyperthyroidism) mungkin membuatnya sulit jantung untuk mensuplai aliran darah yang cukup (disebut high output heart failure).

Pada beberapa pasien-pasien satu atau lebih dari faktor-faktor ini dapat hadir untuk menyebabkan gagal jantung kongestif. Studi populasi di Framingham menunjukkan faktor resiko CHF adalah hipertensi, hipertrofi ventrikular kiri, penyakit jantung koroner, dan diabetes melitus.

Tanda dan Gejala

Gejala-gejala dari gagal jantung kongestif bervariasi diantara individual-individual menurut sistim-sistim organ tertentu yang terlibat dan tergantung pada derajat kepadanya seluruh tubuh telah "mengkompensasi" untuk kelemahan otot jantung.

· gejala awal dari gagal jantung kongestif adalah kelelahan. Akan tetapi kelelahan adalah jelas gejala yang tidak spesifik yang mungkin disebabkan oleh banyak kondisi-kondisi lain.

· pembengkakan (edema) dari pergelangan-pergelangan kaki dan kaki-kaki atau perut karena tubuh menjadi terlalu terbebani dengan cairan dari gagal jantung kongestif

· sesak napas karena akmulasi cairan dalam paru-paru, terutama selama olahraga/latihan dan ketika berbaring rata. Pada beberapa kejadian-kejadian, pasien-pasien terbangun di malam hari, megap-megap untuk udara.

· Beberapa mungkin tidak mampu untuk tidur kecuali duduk tegak lurus.

· Cairan ekstra dalam tubuh mungkin menyebabkan kencing yang meningkat, terutama pada malam hari.

· Akumulasi dari cairan dalam hati dan usus-usus mungkin menyebabkan mual, nyeri perut, dan nafsu makan yang berkurang.

Patofisiologi

Mekanisme fisiologis yang menyebabkan gagal jantung mencakup keadaan-keadaan yang meningkatkan beban awal, beban akhir atau menurunkan kontraktilitas miokardium. Keadaan-keadaan yang meningkatkan beban awal meliputi : regurgitasi aorta dan cacat septum ventrikel. Dan beban akhir meningkat pada keadaan dimana terjadi stenosis aorta dan hipertensi sistemik. Kontraktilitas miokardium dapat menurun pada infark miokardium dan kardiomiopati.

Faktor-faktor yang dapat memicu perkembangan gagal jantung melalui penekanana sirkulasi yang mendadak dapat berupa : aritmia, infeksi sistemik dan infeksi paru-paru dan emboli paru-paru. Penanganan yang efektif terhadap gagal jantung membutuhkan pengenalan dan penanganan tidak saja terhadap mekanisme fisiologis dan penyakit yang mendasarinya, tetapi juga terhadap faktor-faktor yang memicu terjadinya gagal jantung.

Kelainan intrinsik pada kontraktilitas miokardium yang khas pada gagal jantung akibat penyakit jantung iskemik, mengganggu kemampuan pengosongan ventrikel yang efektif. Kontraktilitas ventrikel kiri yang menurun mengurangi curah sekuncup dan meningkatkan volume residu ventrikel.

Tekanan arteri paru-paru dapat meningkat sebagai respon terhadap peningkatan kronis tekanan vena paru. Hipertensi pulmonary meningkatkan tahanan terhadap ejeksi ventrikel kanan. Serentetan kejadian seperti yang terjadi pada jantung kiri, juga akan terjadi pada jantung kanan, dimana akhirnya akan terjadi kongesti sistemik dan edema.

Sebagai respon terhadap gagal jantung ada tiga meknisme primer yang dapat dilihat; meningkatnya aktifitas adrenergik simpatik, meningkatnya beban awal akibat aktivasi sistem rennin-angiotensin-aldosteron dan hipertrofi ventrikel. Ketiga respon ini mencerminkan usaha untuk mempertahankan curah jantung. Meknisme-meknisme ini mungkin memadai untuk mempertahankan curah jantung pada tingkat normal atau hampir normal pada gagal jantung dini, pada keadaan istirahat. Tetapi kelainan pada kerja ventrikel dan menurunnya curah jantung biasanya tampak pada keadaan beraktivitas. Dengan berlanjutnya gagal jantung maka kompensasi akan menjadi semakin kurang efektif.

Jantung mengkompensasi dengan cara meningkatkan kekuatan kontraksi, meningkatkan ukuran, memompa lebih kuat, dan menstimulasi ginjal untuk mengambil natrium dan air. Penggunaan sistem secara berlebihan untuk mengkompensasi tersebut menyebabkan kerusakkan pada ventrikel dan terjadi remodeling.

Pada pasien CHF terjadi peningkatan level norefinefrine, angiotengsin II, aldosteron, endotelin, dan vasopressin. Kesemuanya ini adalah faktor neurohormonal yang meningkatkan stres hemodinamik pada ventrikel yang menyebabkan retensi natrium dan vasokonstriksi periferal. Simptom yang ketiga terjadi kelelahan, nafas pendek, dan retensi air. Nafas pendek (dyspnea) menjadi lebih parah dan terjadi saat istirahat (orthopnea) atau pada malam hari (proxymal nocturnal dyspnea). Retensi air terjadi pada paru-paru (kongesti) atau odema periferal.

Gejala lainnya yang menggambarkan ketidakseimbangan suplai darah ke organ perut menyebabkan anoreksia, mual, muntah, perut terasa penuh, konstipasi, nyeri perut, malabsorbsi, pembesaran hati dan pengerasan hati. Penurunan suplai darah ke kepala dapat menyebabkan gangguan mental, hilang ingatan, anxiety, insomnia, syncope, dan sakit kepala.

Perawatan Gagal Jantung Kongestif

Banyak cara yang dapat dilakukan untuk perawatan penderita gagal jantung kongestif seperti modifikasi gaya hidup, penggunaan obat – obatan, operasi transplantasi jantung, serta terapi – terapi mekanik lainnya. Modifikasi gaya hidup merupakan cara yang cukup efektif dan menimbulkan efek negatif yang sangat minimal. Modifikasi gaya hidup ini meliputi penatalaksanaan diet, dan pengaturan aktivitas.

Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk menangani penyakit gagal jantung adalah dengan terapi gizi medis (penatalaksanaan diet)

Tujuan Diet

1. Memberikan makanan secukupnya tanpa memberatkan kerja jantung

2. Menurunkan berat badan bila terlalu gemuk

3. Mencegah atau menghilangkan penimbunan garam atau air

Syarat Diet

1. Energi cukup, untuk mencapai dan mempertahankan berat badan normal. Untuk pasien obese, diet hipokalorik (1000-1200 kkal/hari) akan mengurangi stress pada jantung dan memfasilitasi penurunan BB. Pada pasien kurang gizi kebutuhan ditingkatkan 30%- 50% diatas energi basal sebagai akibat dari peningkatan energy expenditure jantung dan paru, biasanya sekitar 35 kkal/kg BB.

2. Protein cukup, yaitu 0.8 g/ kg BB

3. Lemak sedang, yaitu 25-30% dari kebutuhan energi total, 10% berasal dari lemak jenuh, dan 10-15% dari lemak tidak jenuh.

4. Kolesterol rendah, terutama jika disertai dengan dislipidemia.

5. Vitamin dan mineral cukup. Hindari penggunaan suplemen kalium, kalsium, dan magnesium jika tidak dibutuhkan.

6. Garam rendah, 2-3 g/hari, jika disertai hipertensi atau edema.

7. Makanan mudah dicerna dan tidak menimbulkan gas.

8. Serat cukup untuk menghindari konstipasi.

9. Cairan cukup,± 2 liter/hari sesuai dengan kebutuhan.

10. Bentuk makanan disesuaikan dengan keadaan penyakit, diberikan dalam porsi kecil.

11. Bila kebutuhan gizi tidak dapat dipenuhi melalui makanan dapat diberikan tambahan berupa makanan enteral, parenteral, atau suplemen gizi.

Bahan Makanan yang Dianjurkan

· Sumber karbohidrat : beras ditim atau disaring, roti, mie, kentang, makaroni, biskuit, tepung beras/ terigu/ sagu/ aren/ sagu ambon, gula pasir, gula merah, madu dan sirup

· Sumber protein hewani : daging sapi, ayam dengan lemak rendah, ikan, telur, susu rendah lemak dalam jumlah yang ditentukan

· Sumber protein nabati: kacang- kacangan kering, seperti: kacang kedelai dan hasil olahannya (tahu dan tempe)

· Sayuran: sayuran yang tidak mengadung gas seperti: bayam, kangkung, kacang buncis, kacang panjang, wortel, tomat, labu siam, dan tauge

· Buah-buahan: semua buah- buahan segar, seperti: pisang, pepaya, jeruk, apel, melon, semangka, dan sawo

· Lemak: minyak jagung, minyak kedelai, margarin, mentega dalam jumlah terbatas dan tidak untuk menggoreng tetapi untuk menumis; kelapa atau santan encer dalam jumlah terbatas

· Minuman: teh encre, coklat, sirup

· Bumbu: semua bumbu selain bumbu tajam dalam jumlah terbatas

Bahan Makanan yang Tidak Dianjurkan

· Sumber karbohidrat: makanan yang mengandung gas atau alkohol, seperti: ubi, singkong, tape singkong, dan tape ketan

· Sumber protein hewani: daging sapi dan daging ayam yang berlemak; gajih, sosis, ham, hati, limpa, babat, otak, kepiting dan kerang-kerangan; keju, dan susu penuh

· Sumber protein nabati: kacang-kacangan kering yang mengandung lemak cukup tinggi, seperti kacang tanah, kacang mete, dan kacang bogor

· Sayuran: semua sayuran yang mengandung gas, seperti: kol, kembang kol, lobak, sawi, dan nangka muda

· Buah-buahan: buah-buahan segar yang mengandung alkohol atau gas, seperti durian dan nangka matang

· Lemak: minyak kelapa dan minyak kelapa sawit; santan kental

· Minuman: teh/kopi kental, minuman yang mengandung soda dan alkohol, seperti bir dan whisky

· Bumbu: Lombok, cabe rawit, dan bumbu-bumbu lain yang tajam

Diet Jantung Sehat

Nutrisi jantung sehat adalah nutrisi yang dapat mengurangi kolesterol LDL (kolesterol jahat), menurunkan tekanan darah, menurunkan kadar gula darah, dan mengurangi berat badan. Kolesterol dalam darah merupakan faktor utama risiko pemicu terjadinya penyakit jantung. Salah satu penyebab tingginya kadar kolesterol dalam darah adalah dikarenakan konsumsi lemak yang berlebihan.

Fokuskan diri anda terhadap jenis makanan sehat apa saja yang dapat anda makan. Rekomendasi yang diberikan oleh American Heart Association 2006 dan Food and Drug Administration (FDA) adalah :

· Makanlah lebih banyak buah dan sayuran sejumlah 4-5 kali porsi sehari

· Makanlah makanan yang mengandung gandum karena kandungan seratnya yang tinggi. Gandum dapat dikonsumsi sebanyak 6-8 porsi setiap harinya

· Batasi kandungan lemak di dalam makanan anda, lemak jenuh, trans fat, dan kolesterol (keju, susu, mentega).

Hal ini dapat dilakukan dengan makan daging tanpa lemak serta sayuran. Pilihlah makanan atau prosuk susu rendah lemak. Makanan dengan kolesterol tinggi dapat menyebabkan peningkatan kadar kolesterol darah (LDL) dan peningkatan tekanan darah. Anda dapat mengganti kolesterol dengan mengonsumsi makanan dengan karbohidrat kompleks (gandum, kentang) sebagai sumber energi. Batasi asupan karbohidrat sederhana (minuman bersoda, gula). Pilihlah lemak tidak jenug seperti yang terkandung di dalam minyak zaitun dan minyak canola. AHA memberikan guideline untuk jumlah asupan lemak seperti di bawah ini:

Tipe Lemak

Rekomendasi

Lemak jenuh

Kurang dari 7% dari total kalori/hari

Trans fat

Kurang dari 1% dari total kalori/hari

Kolesterol

Kurang dari 300 mg untuk orang sehat, kurang dari 200 mg/hari untuk dewasa dengan kadar LDL tinggi atau mereka yang meminum obat penurun kolesterol

atau dapat juga dengan membatasi makanan sumber kolesterol :

o Makan daging maksimum 3-4 kali/minggu dan tiap hari tidak melebihi 100 gram

o Makan kuning telur tidak lebih dari 1-5 butir seminggu

o Menghindari makan otak, hati, usus, ginjal dan babat

o Mnghindari makan kue-kue yang dibuat dari susu, kuning telur dan mentega

· Batasi konsumsi makanan yang diberikan pemanis tambahan berupa glukosa, fruktosa, maltosa, dekstrosa, dan sirup jagung

· Makanlah ikan minimal dua kali seminggu. Ikan merupakan sumber protein yang sangat baik karena mengandung asam lemak omega-3 yang dapat mengurangi faktor risiko penyakit jantung dan stroke. Ikan tersebut dapat berupa ikan tuna, makarel. Pilihlah ikan dan ayam sebagai pengganti daging atau putih telur

· Kurangi asupan garam sebanyak <>

· Makanlah secara teratur dengan pembatasan kalori. Lupa makan atau membatasi frekuensi makan justru dapat menyebabkan tubuh lapar dan makan banyak sebagai gantunya. Makanlah 5-6 kali sehari dalam porsi yang lebih kecil. Makan berlebihan dapat meningkatkan berat badan yang berujung kepada peningkatan faktor risiko penyakit jantung

· Makanlah makanan dengan kadar protein yang cukup (produk susu, daging)

· Kacang kedelai dan hasil olahannya seperti tahu dan tempe sangat baik untuk dikonsumsi.

· Gantilah minyak kelapa dengan minyak jagung, minyak biji matahari, minyak kacang atau biji kapas. Membatasi konsumsi makanan yang tebuat dari kelapa, santan dan margarin serta menghindari lemak hewan seperti lemak sapi, kambing dan sebagainya.

· Jagalah kadar cairan tubuh anda dengan minum 8 gelas perhari

Jenis-jenis makanan yang merupakan sumber kolesterol , yang harus dihindari/dibatasi (per 100 gram bahan), adalah sebagai berikut :

Otak

2000

mg

Kuning telur

1500

mg

Telur

550

mg

Ginjal

375

mg

Hati

300

mg

Caviar

300

mg

Udang

250

mg

Mentega

250

mg

Keju

120

mg

Lemak babi

95

mg

Daging

70

mg

Ayam

60

mg

Nilai kalori beberapa jenis makanan (Setiap 100 gram makanan, satuan dalam kalori)

Sumber Karbohidrat

Apel

58

Mg

Nasi

180

mg

Duku

63

Mg

Bihun

360

mg

Durian

134

Mg

Havermouth

390

mg

Jambu

49

mg

Jagung Giling

361

mg

Jeruk

45

mg

Kentang

83

mg

Mangga

46

mg

Singkong

146

mg

Manggis

63

mg

Makaroni

343

mg

Nangka

106

mg

Mie

86

mg

Nenas

52

mg

Roti Tawar

248

mg

Pepaya

46

mg

Talas

98

mg

Pisang

99

mg

Tepung Terigu

365

mg

Rambutan

69

mg

Ubi

123

mg

Salak

77

mg


Sawo

92

mg


Semangka

28

mg


Sirsak

65

mg


Alpukat

85

mg


Bacalah label makanan agar anda mengetahui terlebih dahulu kandungan yang terdapat di dalam makanan tersebut. Lihatlah pada bagian belakang prosuk makanan dan carilah tulisan “Nutrition Facts” untuk jenis:

· Total fat

· Saturated fat

· Kolesterol

· Sodium

Lihatlah dalam % Daily Value, bila 5% atau kurang untuk kandungan lemak jenuh, kolesterol, dan sodium, berarti makanan tersebut mengandung sedikit zat yang disebutkan diatas dan dapat dikonsumsi karena tidak memiliki risiko untuk penyakit jantung.


KONSULTASI

1. Klien satu

· Klien mempunyai saudara laki-laki berusia 50 tahun, sudah lama mengidap penyakit jantung dan sudah sering mengkonsumsi obat. Adakah alternatif lain untuk menanggulangi penyakit jantung selain dengan obat?

Jawaban :

Selain penanganan secara medis yaitu dengan mengkonsumsi obat-obatan sesuai resep dokter ada alternatif lain untuk membantu penyembuhan penyakit jantung yaitu dengan pengaturan dietnya. Adapun diet sehat jantung adalah:

- Tinggi serat : buah dan sayur (4-5 porsi sehari), gandum (6-8 porsi sehari)

- Kurangi konsumsi lemak : lemak jenuh <>, kurang dari 200 mg/hari untuk dewasa dengan kadar LDL tinggi atau mereka yang meminum obat penurun kolesterol

- Kurangi konsumsi makanan yang mengandung pemanis buatan

- Konsumsi ikan minimal 2 kali seminggu (kaya omega 3)

- Kurangi asupan garam : <>

- Makan teratur dengan membatasi asupan kalori

- Menjaga kadar cairan tubuh normal

· Apakah benar ikan yang bagus itu ikan laut dan jenis minyak apa yang baik untuk dikonsumsi? Bagaimana dengan minyak jelantah?

Jawaban :

Benar, ikan yang bagus adalah ikan laut karena ikan laut kaya akan omega 3. Mengenai jenis minyak yang baik untuk dikonsumsi adalah lemak tidak jenuh seperti yang terkandung di dalam minyak zaitun dan minyak canola. Minyak jelantah adalah minyak goreng yang sudah dipakai berulang kali, minyak ini sudah tidak layak untuk digunakan lagi bahkan dapat menyebabkan karsinogenik pada makanan yang digoreng. Sebaiknya pemakaian minyak maksimal 2 kali penggorengan, hindari pemakaian minyak jelantah.

· Apa benar mitos mengenai makan jantung pisang bisa menyebabkan penyakit jantung?

Tidak benar, tidak ada hubungannya antara mengkonsumsi jantung pisang dengan kejadian penyakit jantung.

· Apakah penyakit jantung bisa diturunkan? Bagaimana cara mencegah penyakit jantung?

Jawaban

Penyakit jantung tidak bisa diturunkan. Akan tetapi, anak yang orang tuanya menderita penyakit jantung bisa berisiko penyakit jantung juga. Bukan penyakit jantungnya yang diturunkan si orang tua melainkan faktor risiko dari penyakit jantung tersebut, seperti kolesterol tinggi, hipertensi, obesitas, dll. Hal ini dapat dicegah dengan pola konsumsi dan gaya hidup yang baik dan sehat.

Tips mencegah penyakit jantung antara lain :

- Pola makan sehat

Hindari makanan yang banyak mengandung lemak atau yang mengandung kolesterol tinggi. Seafood memiliki kandungan kolesterol tinggi yang dapat membahayakan jantung. Kurangi menyantap makanan yang digoreng yang banyak mengandung lemak, sebaliknya makanan dapat diolah dengan cara direbus, dikukus atau dipanggang.

Sebisa mungkin, produk makanan yang kita makan rendah lemak atau tanpa lemak. Pilih susu, keju, mentega atau makanan lain yang rendah lemak. Menggoreng dengan menggunakan minyak zaitun memiliki kandungan lemak yang sedikit sehingga bisa menjadi pilihan bila harus mengolah makanan dengan cara digoreng.

Selain menghindari makanan berlemak, hindari juga makanan dengan kandungan gula tinggi seperti soft drink. Jangan pula tertalu banyak mengkonsumsi karbohirat, karena dalam tubuh, karbohidrat akan dipecah menjadi lemak. Sebaliknya, konsumsi oat atau gandum yang dapat membantu menjaga jantung tetap sehat.

Jaga pola makan tidak berlebihan agar terhindar dari kegemukan, karena seseorang yang memiliki lingkar pinggang lebih dari 80 cm, berisiko lebih besar terkena penyakit ini.

- Berhenti merokok

Mengisap rokok sangat tidak baik untuk kesehatan jantung, maka segera hentikan kebiasaan ini agar jantung tetap sehat.

- Hindari Stres

Stres memang sangat sulit dihindari jika hidup di kota besar seperti Jakarta yang dikenal karena kemacetan dan kesibukannya. Saat seseorang mengalami stres, tubuhnya akan mengeluarkan hormon cortisol yang menyebabkan pembuluh darah menjadi kaku. Hormon norepinephrine akan diproduksi tubuh saat menderita stres, yang akan mengakibatkan naiknya tekanan darah. Maka, sangat baik bila Anda menghindari stres baik di kantor atau di rumah.

- Olahraga secara teratur

Anda dapat melakukan kegiatan olahraga seperti berjalan kaki, jalan cepat, atau jogging. Kegiatan olahraga yang bukan bersifat kompetisi dan tidak terlalu berlebihan dapat menguatkan kerja jantung dan melancarkan peredaran darah ke seluruh tubuh.

- Konsumsi antioksidan

Polusi udara, asap kendaraan bermotor atau asap rokok menciptakan timbulnya radikal bebas dalam tubuh. Radikal bebas dapat menyebabkan bisul atau endapan pada pembuluh darah yang dapat menyebabkan penyumbatan. Untuk mengeluarkan kandungan radikal bebas dalam tubuh, perlu adanya antioksidan yang akan menangkap dan membuangnya. Antioksidan dapat diperoleh dari berbagai macam buah-buahan dan sayuran.

2. Klien dua

· Klien, seorang wanita berusia 24 tahun mengeluh sering mengalami jantung berdebar jika melakukan aktivitas seperti naik-turun tangga. Dia lebih cepat lelah jika melakukan aktivitas, padahal pekerjaannya sebagai guru tidak terlalu memerlukan kekuatan fisik. Apakah gejala yang saya alami merupakan gejala saya menderita sakit jantung? Apakah sakit yang saya derita terkait kebiasaan makan saya yang suka mengkonsumsi bakso, gorengan, dan makanan berlemak lainnya? Solusi apa yang harus saya lakukan?

Jawab:

Penyakit jantung adalah penyakit yang mengganggu sistem pembuluh darah, dalam hal ini adalah jantung dan pembuluh darah. Penyebabnya adalah pola hidup manusia yang kurang baik. Gejala di bawah adalah tidak selalu, tetapi kebanyakan merupakan gejala penyakit jantung:

1. Nyeri, selama kita melakukan aktifitas, akan merasakan nyeri dibeberapa bagian tubuh. Dada terasa nyeri, sesak, karena otot jantung tidak mendapat cukup asupan darah. Nyeri yang dirasakan akan terjadi hampir disetiap harinya.

2. Sesak Nafas, penderita merasa sesak nafas pada saat melakukan kegiatannya, sedang jika penderita sesak nafas saat istirahat (diam) berarti kategori sakit jantung tingkat lanjut. Sesak nafas sering dialami pada posisi berbaring. Karena cairan yang terkumpul di paru-paru mengalir ke jantung.

3. Kelalahan atau kepenatan, penderita sering merasa lemah dan lelah meskipun tidak melakukan kegiatan apapun.

4. Jantung berdebar-debar (palpitasi), Jantung berdebar-debar tanda sakit jantung adalah jenis debar yang bersamaan dengan gejala lain yaitu saat seseorang kelelahan, sesak nafas dan nyeri di tubuhnya. Bukan jantung berdebar saat nonton film atau ketakutan.

5. Pusing dan pingsan, Pemompaan darah yang tidak normal sehingga pemasukan darah bersih menjadi terganggu, seseorang bisa merasakan pusing akibat kurang darah. Detak jantung melemah yang mengakibatkan penderita pingsan. Rasa nyeri yang terus menerus, sakit di antara tulang punggung, dan gangguan pada otak karena abnormalnya suplai darah menjadikan pusing kemudian pingsan.

Gejala yang Anda keluhkan belum tentu merupakan gejala sakit jantung. Jika Anda merasakan kesemua gejala yang disebutkan di atas, maka perlu dilakukan pemeriksaan lebih lanjut ke dokter.

Kebiasaan Anda mengkonsumsi bakso, gorengan, dan makanan berlemak lainnya bisa jadi merupakan salah satu faktor yang dapat memicu terjadinya kelebihan kolesterol yang nantinya akan berakibat pada kolesterolemia, obese, dan peningkatan proses arteroklerosis (penebalan arteri). Selain itu bakso juga mengandung natrium yang cukup tinggi sehingga dapat memicu terjadinya tekanan darah tinggi (hipertensi). Hal- hal tersebut di atas dapat menjadi faktor resiko (pemicu) terjadinya penyakit jantung. Sehingga Anda harus membatasi konsumsi makanan tersebut. Lebih baik mengkonsumsi lebih banyak buah dan sayur yang kaya akan kandungan serat dan antioksidan. Selain itu, lakukan aktivitas fisik yang sesuai untuk menjaga kesehatan.

3. Klien tiga

Klien bernama Ita, menanyakan mengenai kondisi uwa klien yang mengeluhkan nyeri dada. Beliau berusia 50 tahun. Berat badannya 65 kg dan tinggi badannya 150 cm. Nyerinya merambat sampai ke punggung dan sebelumnya belum pernah diperiksa ke dokter. Uwa klien mempunyai riwayat hipertensi.

Pertama cek dahulu bagaimana indeks massa tubuh (IMT) beliau. IMT beliau = 28,9 à obesitas tingkat I . Orang obesitas itu beresiko tinggi terkena berbagai penyakit. Seperti penyakit jantung, diabetes mellitus. Saya sarankan dicek ke dokter dulu supaya lebih pasti sekalian dicek lagi tekanan darahnya. Berikut klasifikasi tekanan darah :

Klasifikasi tekanan darah pada dewasa

Kategori

Tekanan darah sistolik

Tekanan darah diastolik

Normal

dibawah 120 mmHg

dibawah 80 mmHg

Prehipertensi

130-139 mmHg

80-89 mmHg

Hipertensi
stadium 1

140-159 mmHg

90-99 mmHg

Hipertensi
stadium 2

≥ 160 mmHg

≥ 100 mmHg

Kebanyakan orang yang menderita penyakit jantung itu disebabkan oleh gaya hidup yang salah. Misalnya terlalu banyak makan yang mengandung banyak lemak, gula, garam, sedikit makan buah dan sayur, sedikit aktivitas fisik atau olahraga. Bagaimana pola makannya?

Uwa klien suka makan yang goreng-gorengan, makanan besantan. Pola makan yang sehat seperti apa ya baiknya?

· Makanlah lebih banyak buah dan sayuran sejumlah 4-5 kali porsi sehari

· Makanlah makanan yang mengandung gandum karena kandungan seratnya yang tinggi. Gandum dapat dikonsumsi sebanyak 6-8 porsi setiap harinya

· Batasi kandungan lemak di dalam makanan anda, lemak jenuh, trans fat, dan kolesterol seperti otak, kuning telur

· Batasi makan daging dan coba diganti dengan ikan atau ayam. Makan ikan minimal dua kali seminggu. Ikan merupakan sumber protein yang sangat baik karena mengandung asam lemak omega-3 yang dapat mengurangi faktor risiko penyakit jantung dan stroke.

· Kurangi asupan garam

· Kacang kedelai dan hasil olahannya seperti tahu dan tempe sangat baik untuk dikonsumsi.

Berikut daftar makanan dengan kandungan kolesterolnya yang harus dihindari : Jenis-jenis makanan yang merupakan sumber kolesterol , yang harus dihindari/dibatasi (per 100 gram bahan), adalah sebagai berikut :

otak

2000

mg

Kuning telur

1500

mg

telur

550

mg

Ginjal

375

mg

Hati

300

mg

Caviar

300

mg

Udang

250

mg

Mentega

250

mg

Keju

120

mg

Lemak babi

95

mg

Daging

70

mg

Ayam

60

mg

Kemudian beliau harus terus dimotivasi untuk , kurangi konsumsi makan-makanan yang mengandung karbohidrat dan lemak. Kira-kira karbohidrat yang dikonsumsi 55-65% dari total energi. Buah-buahan, gandum dan sayuran diperbanyak, memperbanyak aktivitas fisik. Karena beliau obesitas aktivitas fisik yang dianjurkan aktivitas yang tidak terlalu berat seperti jogging, jalan kaki dan turun-naik tangga. Minimal 30 menit sehari. Mengepel bisa juga jadi pilihan aktivitas yang baik. Ini beberapa contoh aktivitas yang bisa dilakukan

Aktivitas sedang

Aktivitas berat

Jalan cepat pada permukaan yang rata

Jogging

Bersepeda permukaan rendah

Bersepeda mendaki

Berkebun-menanam pohon, memotong ranting

Memotong kayu

Melukis

Mengepel lantai

Membersihkan jendela

Berenang

Memancing

Bermain bola

Badminton

Bermain basket

tapi harapannya tolong dikonsultasikan terlebih dahulu kepada dokter, olahraga atau aktivitas saja yang boleh dilakukan, khawatir ada resiko kesehatan dari beberapa aktivitas yang dilakukan.

Bagaimana memotivasi supaya mau menjalankan pola hidup sehat ya?

Diingatkan saja pilih berat berjuang sekarang atau menderita sakit di hari kemudian. Yang penting harus terus disemangati dan diingatkan beliaunya. Mba juga harus bantu controlling ya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar